Thursday, 2 April 2015

Keanekaragaman Banyumas dan sejarahnya

ilustrasi panginyongan

Purwokerto- Keanekaragaman Banyumas dan sejarahnya secara terbuka dikemukan oleh seorang profesor.  Melalui karya sastra, khususnya buku yang dia buat. Prof. Sugeng Priyadi memberi pemahaman secara lebih lengkap dan sederhana untuk mempelajari Budaya Banyumas. (Baca: sejarah-ebeg-banyumasan)

 “Dilihat dari sejarahnya, ada sekitar 65 versi Babad Banyumas,” kata Sugeng Priyadi. Beliau menambahkan bahwa Banyumas ingin menuju masa keemasan, bisa dimulai dari membuat sebuah karya sastra mengenai Sejarah Banyumas. Seperti halnya pak titut budayawan banyumas yang menciptakan lagu balapan tengu. (Lihat : Video-Balapan Tengu)

Pembuatan buku ini mengacu pada teks Babad Banyumas yang ditulis oleh Wiriaatmadja Patih Banyumas. “Meskipun tidak semua babad itu karya sastra, tapi mau mengacu kemana lagi kalau berbicara tentang sejarah ya pasti ke teks babad,” tambahnya.

"Banyumas sebagai nama untuk menuju masa keemasan, seperti dari arti kata Banyumas yang berarti air dan emas" Tuntas Sugeng. Hal tersebut mendapat tanggapan Profesor Husain Haikal dari Universitas Pekalongan yang hadir menjadi pembicara.

Husain mengatakan kalau daerah di Jawa bukan hanya Banyumas. Jadi berbicara soal Jawa, semua kota di Jawa memang memiliki potensi untuk menuju kota yang unggul. “Menggali Banyumas bisa saja semaksimal mungkin, tapi lebih baik kita melihat ke-Indonesiaannya,” kata Husain

0 komentar:

Post a Comment