![]() |
| Panen padi/liputan6 |
BANYUMASAN-Ngrinso adalah istilah yang digunakan untuk mengais gabah disawah. Mengais dari sisa panen padi. Jika musim panen berlangsung, ibu ibu di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menjadi rezeki tersendiri sebagai tukang ngrinso atau pencari gabah. Seperti yang dilansir Liputan9.com pada Ahad (5/3) pagi, puluhan wanita yang kebanyakan telah berusia lanjut berkumpul di sawah-sawah untuk mencari gabah. Mereka mendatangi tempat-tempat para petani tengah melakukan panen padi.
Di Banyumas, profesi mencari gabah ini memang populer. Para tukang ngrinso itu mengais sisa-sisa gabah yang telah diambil petani untuk kemudian dikumpulkan dalam karung yang mereka bawa. Biasanya, mereka berkelompok dan terdiri dari tiga hingga lima orang. Hasil gabah yang didapat kemudian mereka bagi rata yang sebelumnya telah dipilih agar tidak bercampur dengan gabah yang busuk. Ada juga yang sendiri sendiri tergantung daerah di Banyumas.
Di Banyumas, profesi mencari gabah ini memang populer. Para tukang ngrinso itu mengais sisa-sisa gabah yang telah diambil petani untuk kemudian dikumpulkan dalam karung yang mereka bawa. Biasanya, mereka berkelompok dan terdiri dari tiga hingga lima orang. Hasil gabah yang didapat kemudian mereka bagi rata yang sebelumnya telah dipilih agar tidak bercampur dengan gabah yang busuk. Ada juga yang sendiri sendiri tergantung daerah di Banyumas.
Kebanyakan kaum ibu di wilayah Banyumas memang menjadikan musim panen sebagai saat datangnya berkah. Bagaimana tidak, mereka dapat mencari gabah untuk dijadikan beras dan dimakan tanpa perlu membeli. Meski hasilnya pas-pasan, panas dan capek tetap lumayan bisa membantu penghasilan sumai. Biasanya, Sepanjang hari sejak pukul enam pagi hingga menjelang malam, para ibu tukang ngrinso bekerja pada musim panen.
Namun dalam dekade ini para perinso berkurang karena kemajuan teknologi. Warga yang panen kini anyak yang menggunakan mesin padi, tidak menggunakan istilah gepyok lagi. Gepyok adalah memisahkan padi dari batangnya dengan cara menggepyok atau memukul ke alat yang dinamakan Gripyak.
Sangat disayangkan jika seorang warga Banyumas tidak mengerti istilah yang ada di Banyumas. Periharalah budayamu, jika tidak kelihalangan jadi dirimu. Semogaa selalu terpelihara istilah istilag budaya ngrinso, gepyok dan gripyak.

0 komentar:
Post a Comment