Cara menghindari Bid’ah
Oleh Ludbizar, 22 februari 2015
Bid'ah adalah pembaruan ajaran islam
tanpa berpedoman Al qu'an dan hadist. Bid’ah juga berarti perbuatan yg
dikerjakan tidak menurut contoh yg sudah ditetapkan, termasuk menambah atau
mengurangi ketetapan. Dalam artian kasar, bid’ah mempunyai arti kebohongan dan
kedustaan. Tetapi, banyak muslim menghindari bid'ah begitu saja. Jadi, mereka
menganggap ilmu dan teknologi sebagai bid'ah dan hal yang bersifat meragukan
sebagai bid'ah. Padahal yang dimaksud dalam banyak ayat alquran dan hadist,
umat islam dituntut mencari ilmu, tidak hanya beriman. iman tanpa ilmu itu
bisu. Terkesan konservatif dan animisme. Hanya percaya dan percaya. Mudah
terprovokasi, agamis dan fanatic. Makanya banyak timbul golongan baru di agama
islam yang mengungkapkan kebenarannya masing masing.
Marilah tengok beberapa ayat cara
mengindari bid'ah yg benar :
Hadits “Kewajiban Mencari Ilmu”
طَلَبُ
الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ
Artinya : ”Mencari ilmu itu adalah
wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan”. (HR. Ibnu Abdil
Barr)
Hadits “Keutamaan Mencari Ilmu”
مَنْ
خَرَجَ فِى طَلَبُ الْعِلْمِ فَهُوَ فِى سَبِيْلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ
Artinya : ”Barang siapa yang keluar
untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang”. (HR.
Turmudzi).
Dalam hadist ini dijelaskan orang
yang keluar, keluar kemana? Salah satunya mempelajari bid’ah. Walaupun kadang
dikucilkan dan dibuang karena pernyataannya paradoks atau berbicara diluar
kebiasaan. Tetapi Tuhan pasti menuntunnya hingga dia selesai mempelajarinya.
Itu pasti ! karena dia beriman.
Hadits “Kewajiban dan Keutamaan
Menuntut Ilmu”
مَنْ
سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ بِهِ طَرِيْقًا
الْجَنَّةِ
Artinya : ”Barang siapa yang
menempuh jalan untuk mencari suatu ilmu. Niscaya Allah memudahkannya ke jalan
menuju surga”. (HR. Turmudzi)
Dari beberapa ayat diatas, sudah sangat jelas ! cara
menghindari bid’ah adalah menuntut ilmu atau belajar.
Kita memang dituntut untuk serius, tetapi legalah hati dan pikiran jika
menuntut ilmu dan berpedoman pada alqur’an dan hadist.
Berselancar di media informasi memang banyak sekali orang
orang yang dianggap menentang kitab alqur’an dengan logika pikiran, ilmu yang
dia dapatkan selama hidup. Salah satu yang ditentang adalah bid’ah, kebenaran
agama dan hal yang meragukan. Mereka bertahun tahun mempelajari apa yang ada
pada alqu’an, apa itu islam. Padahal muslim tau siapa yang dianggap menentang.
Mereka adalah orang orang atheis dan tokoh agama lain. Apa hasilnya? Mereka
mendapatkan hidayahnya, kebenaran sejati, yaitu kebenaran Tuhan(Alloh SWT) dan
kitabnya. Sesungguhnya mereka tidak menentang tetapi mereka sedang menuntut ilmu. Allohu Akbar, apakah kamu
muslim hanya diam saja? Melihat orang lain diberi hidayahnya dari Tuhan?
Mari menuju masyarakat madani !
Mari menuju masyarakat madani !
Tulisan ini ditulis oleh saya sendiri. Jika ada kalimat yang
mengundang rasa benci mohon dimaafkan. Muslim yang baik selalu terbuka dan
tidak anti kritik dan anti theis. Semoga bermanfaat.
0 komentar:
Post a Comment