Thursday, 26 March 2015

Cara menghindari Bid’ah



Cara menghindari Bid’ah

Oleh Ludbizar, 22 februari 2015

Bid'ah adalah pembaruan ajaran islam tanpa berpedoman Al qu'an dan hadist. Bid’ah juga berarti perbuatan yg dikerjakan tidak menurut contoh yg sudah ditetapkan, termasuk menambah atau mengurangi ketetapan. Dalam artian kasar, bid’ah mempunyai arti kebohongan dan kedustaan. Tetapi, banyak muslim menghindari bid'ah begitu saja. Jadi, mereka menganggap ilmu dan teknologi sebagai bid'ah dan hal yang bersifat meragukan sebagai bid'ah. Padahal yang dimaksud dalam banyak ayat alquran dan hadist, umat islam dituntut mencari ilmu, tidak hanya beriman. iman tanpa ilmu itu bisu. Terkesan konservatif dan animisme. Hanya percaya dan percaya. Mudah terprovokasi, agamis dan fanatic. Makanya banyak timbul golongan baru di agama islam yang mengungkapkan kebenarannya masing masing.

Marilah tengok beberapa ayat cara mengindari bid'ah yg benar :

Hadits “Kewajiban Mencari Ilmu”
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ
Artinya : ”Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan”. (HR. Ibnu Abdil Barr)

Hadits “Keutamaan Mencari Ilmu”
مَنْ خَرَجَ فِى طَلَبُ الْعِلْمِ فَهُوَ فِى سَبِيْلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ
Artinya : ”Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang”. (HR. Turmudzi).

Dalam hadist ini dijelaskan orang yang keluar, keluar kemana? Salah satunya mempelajari bid’ah. Walaupun kadang dikucilkan dan dibuang karena pernyataannya paradoks atau berbicara diluar kebiasaan. Tetapi Tuhan pasti menuntunnya hingga dia selesai mempelajarinya. Itu pasti ! karena dia beriman.

Hadits “Kewajiban dan Keutamaan Menuntut Ilmu”
مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ بِهِ طَرِيْقًا الْجَنَّةِ
Artinya : ”Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari suatu ilmu. Niscaya Allah memudahkannya ke jalan menuju surga”. (HR. Turmudzi)

Dari beberapa ayat diatas, sudah sangat jelas ! cara menghindari bid’ah adalah menuntut ilmu atau belajar.
Kita memang dituntut untuk  serius, tetapi legalah hati dan pikiran jika menuntut ilmu dan berpedoman pada alqur’an dan hadist.
Berselancar di media informasi memang banyak sekali orang orang yang dianggap menentang kitab alqur’an dengan logika pikiran, ilmu yang dia dapatkan selama hidup. Salah satu yang ditentang adalah bid’ah, kebenaran agama dan hal yang meragukan. Mereka bertahun tahun mempelajari apa yang ada pada alqu’an, apa itu islam. Padahal muslim tau siapa yang dianggap menentang. Mereka adalah orang orang atheis dan tokoh agama lain. Apa hasilnya? Mereka mendapatkan hidayahnya, kebenaran sejati, yaitu kebenaran Tuhan(Alloh SWT) dan kitabnya. Sesungguhnya mereka tidak menentang tetapi mereka sedang  menuntut ilmu. Allohu Akbar, apakah kamu muslim hanya diam saja? Melihat orang lain diberi hidayahnya dari Tuhan?

Mari menuju masyarakat madani !
Tulisan ini ditulis oleh saya sendiri. Jika ada kalimat yang mengundang rasa benci mohon dimaafkan. Muslim yang baik selalu terbuka dan tidak anti kritik dan anti theis. Semoga bermanfaat.

0 komentar:

Post a Comment