Judulnya aku
Remah gerabah di tubuh
pemuda
Tubuh yang membahang
di ruang apatis
Celah cahaya menyuat
mata
Sebuah jendela yang
menata diri
Jangkauan daya guna
kaki yang memendek
Malas melangkah,
berjalan, apalagi berlari
Hanya menindihkan kepala
di peristirahatan
Melupakan arena
pertandingan di gedung megah
Melihat jutaan orang
berlomba memboyong kuasa
Menjalankan segala
hak yang bisa disusun
Sebisa manusia
melontakan fardhunya
Dalam ruang sempit belas
kasih
Ini dilema, dilema
putra buruh
Sebuah kejujuran
dalam aksara
Menyanyi tanpa suara
lantang
Menari tanpa keelokan

0 komentar:
Post a Comment