Aku yang tak berbekas di alam anggasuta, aku ingin menyampaikan rasa selayang untukmu. Putri-putri anggasuta yang berbudi luhur, ramah dan santun. Kepada Tuhan dan Alamnya ku persembahkan sebuah rangkaian kata yang tak tertata rapi.
Telatah kalbu putri menggugah rasa
Menampik kecemasan yang tak seimbang
Sebutir hati yg keras menggerai kuat
Sebongkah koin merampas seisi pandang
Tepenuhi bayang putri
Mungkin itu ungkapan kecil dari pikir yang mungkin sempat tertinggal disini. Aku kira sudah selesai, tapi hubungan yang abadi antara alam dan jiwa yang bersih akan selalu abadi di singahsana Anggasuta. Sekian dan trima kasih
Dendang angin berayun ayun
Mengalun sendu di alam anggasuta
Menemani bocah berparas ayu
Menyiru sumbul hasil bumi
Telatah kalbu putri menggugah rasa
Menampik kecemasan yang tak seimbang
Sebutir hati yg keras menggerai kuat
Sebongkah koin merampas seisi pandang
Tepenuhi bayang putri
Mungkin ku tulis sinis
Di lembar pangkuan jiwa
Di lembar pangkuan jiwa
Untuk menampik muslihat yang abadi
Dalam gerangan setangkai hasrat terurai rapi
Menyodorkan kasih yang bergerayangan
Kini sebatang dahan yang kau beri
Melebur tunggal menjadi satu
Dalam nyanyian-nyanian rindu yang membersit
Lugas tak menampakkan kelukur yang terperanjat
Selengan kerlipan mata merapal kalimat dipadang tandus
Anggasuta...
Dalam gerangan setangkai hasrat terurai rapi
Menyodorkan kasih yang bergerayangan
Kini sebatang dahan yang kau beri
Melebur tunggal menjadi satu
Dalam nyanyian-nyanian rindu yang membersit
Lugas tak menampakkan kelukur yang terperanjat
Selengan kerlipan mata merapal kalimat dipadang tandus
Anggasuta...
Mungkin itu ungkapan kecil dari pikir yang mungkin sempat tertinggal disini. Aku kira sudah selesai, tapi hubungan yang abadi antara alam dan jiwa yang bersih akan selalu abadi di singahsana Anggasuta. Sekian dan trima kasih

0 komentar:
Post a Comment