Sakit itu modal hidup, hidup dalam ranjang reot.
Tak peduli insan, tak pula iman.
Hidup tetap nyaman di tengah selangkangan
Selangkangan dari Tuhan kekinian
Sejauh pikiran menangkap guna berkhayal
Sunyi, senyap berharap harap
Kelalaian akal jadi peluang
Meniup risih suasana selangkang
Tak tahan lama, tak ada guna
Menahan sakit di ranjang
Di antara selangkangan yg tak kompak
Menguji batang kokoh berambsisi
Lama, terlalu lusuh ditahan
Kembang jangar sudah mekar
Sela selangkang yg tak longar longar
Ya sudah, biar jadi pendekar yang tegar
Tak peduli insan, tak pula iman.
Hidup tetap nyaman di tengah selangkangan
Selangkangan dari Tuhan kekinian
Sejauh pikiran menangkap guna berkhayal
Sunyi, senyap berharap harap
Kelalaian akal jadi peluang
Meniup risih suasana selangkang
Tak tahan lama, tak ada guna
Menahan sakit di ranjang
Di antara selangkangan yg tak kompak
Menguji batang kokoh berambsisi
Lama, terlalu lusuh ditahan
Kembang jangar sudah mekar
Sela selangkang yg tak longar longar
Ya sudah, biar jadi pendekar yang tegar
Jeblogan, 21 Mei 2015
Arti dari puisi diatas bisa ditanyakan kepada saya melalui email atau via sms. Lihat saja di halaman kontak. Trima kasih
Proudly present : Bizarlduxisme Indenpendent
0 komentar:
Post a Comment